IMM Membentuk Karakter Islami Mahasiswa IAIN Batusangkar

oleh -

SNdotCOM — Orang berkarakter berarti  orang yang berkepribadian, berperilaku, bersifat, bertabiat, atau berwatak.

Sesuai dengan pengertian yang terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, karakter diartikan dengan “tabiat, sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain, dan watak. Makna seperti itu, menunjukkan bahwa karakter identik dengan kepribadian atau akhlak.

Karakter Islami merupakan buah yang dihasilkan dari proses penerapan syariah (ibadah dan muammalah), yang dilandasi oleh pondasi aqidah yang kokoh. Ibarat bangunan, karakter merupakan kesempurnaan dari bangunan, setelah fondasi dan bangunannya kuat. Jadi, tidak mungkin karakter mulia akan terwujud pada diri seseorang, jika tidak memiliki aqidah dan syariah yang benar.

Sebagai Mahasiswa yang  merupakan struktur dalam masyarakat yang memiliki peran penting sebagaikepemimpinan di masa depa dan juga menjadi kekuatan moral bangsa karna memiliki jumlah yang banyak sebagai kaum intelektual terpelajar Meski memiliki Krakter yang Islami.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), adalah organisasi otonom Persyarikatan Muhammadiyah yang bergerak pada bidang keagamaan. Menurut Anggaran Dasarnya, IMM adalah suatu gerakan mahasiswa Islam yang beraqidah Islam, bersumber pada al-Qur’an dan as-Sunnah, lahir pada 14 Maret 1964.

Peranan IMM dalam membentuk karakter Islami mahasiswa IAIN Batusangkar, berawal dari kegiatan perkaderan Darul Aqram Dasar (DAD). Dari sinilah lahir kader-kader yang berkarakter Islami, karena sudah dilatih dan diberi pemahaman, baik dari luar atau dalam kampus. Kader-kader IMM yang sudah selesai dilatih dan diterima di IMM, akan membaur dengan mahasiswa lainnya di kampus, dan berperan mencegah yang mungkar serta mengajak kepada yang ma’ruf.

Ada 5 Nilai Dasar Pergerakan IMM. Pertama, IMM adalah gerakan mahasiswa yang bergerak di tiga bidang yaitu keagamaan, kemanusiaan, dan kemasyarakatan. Kedua, segala bentuk gerakan IMM, tetap berlandasan pada agama Islam yang hanif dan berkarakter rahmat bagi seluruh alam. Ketiga, segala bentuk ketidakadilan, kesewenang-wenangan dan kemungkaran, adalah lawan besar gerakan IMM. Perlawanan terhadapnya adalah kewajiban setiap kader. Keempat, sebagai gerakan mahasiswa yang berdasarkan Islam dan individu-individu mukmin, maka melakukan syariat Islam adalah suatu kewajiban sekaligus mempunyai tanggungjawab untuk mendakwahkan kebenaran di tengah mahasiswa dan masyarakat. Kelima. kader IMM merupakan inti masyarakat utama, yang selalu menyebarkan cita-cita kemerdekaan, kemuliaan dan kemaslahatan masyarakat, sesuai dengan semangat pembebasan dan pencerahan yang dilakukan Nabiyullah Muhammad Saw.  

Penulis: Yensi Yulianti

loading...