Momentum Musyawarah Wilayah Pemuda Muhammadiyah; Pemersatu Bukan Ajang Berseteru

By Salingka Nagari 10 Des 2019, 10:11:32 WIB Politik
Momentum Musyawarah Wilayah Pemuda Muhammadiyah; Pemersatu Bukan Ajang Berseteru

Keterangan Gambar : Nopil Asrianto (Aktivis Pemuda Muhammadiyah – Wakil Pemimpin Redaksi Salingka Nagari)


SNdotCOM -- Pemuda Muhammadiyah Sumatera Barat tak lama lagi akan melakukan musyawarah wilayah. Helat akbar Organisasi Otonom Persyarikatan Muhammadiyah tersebut dilakukan setiap 4 tahun sekali.

Gelaran Musywil itu dilaksanakan dalam rangka menjalankan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang termaktub pada Pasal 10 ayat 4. Musyawarah Wilayah adalah permusyawaratan tertinggi di wilayah, diadakan oleh Pimpinan Wilayah dan diikuti oleh Pimpinan Wilayah, Pimpinan Daerah dan Pimpinan Cabang, diadakan setiap 4 (empat) tahun sekali. Demikian peraturan organisasi yang mewajibkan penyelenggaraan periodesasi kepemimpinan Pemuda Muhammadiyah.

Memaknai kata musyawarah itu sendiri, adalah "berunding" dan "berembuk." Musyawarah adalah pengambilan keputusan bersama, yang telah disepakati dalam memecahkan suatu masalah.

Dalam artian Musywil Pemuda Muhammadiyah Sumbar yang akan dilaksanakan pada tanggal 19-22 Desember mendatang, adalah momentum yang paling baik dalam membangun organisasi ke depan.

Agaknya momen ini jangan menjadi ajang sebaliknya, menjadi forum perebutan kursi pimpinan, atau momen yang membawa perpecahan. Bibit-bibit negatif itu mungkin saja ada. Meminimalisasinya adalah tanggungjawab bersama. Maka dari itu melalui tulisan ini, kita ingin menyadarkan semua aktivis Pemuda Muhammadiyah duduk bersama, untuk menjadikan Musywil ini sebagai media pemersatu, bukan malah berseteru.

Visi Pemuda Muhammadiyah

Demi terwujudnya rasa persatuan tersebut, dalam Musywil Pemuda Muhammadiyah Sumatera Barat yang akan dihelat pada 19 Desember nanti di Pesisir Selatan, akan membahas visi dan program organisasi empat tahun ke depan. Melepaskan kepentingan kelompok, apalagi personal, dalam organisasi besar Pemuda Muhammadiyah ini, adalah kewajiban semua pihak.

Dalam musyawarah, jangan hanya dominan dalam pembahasan konsolidasi untuk pemenangan kandidat. Akan tetapi, yang mesti diperkuat adalah konsolidasi organisasi, yang betul-betul melahirkan langkah dan gagasan kontruktif untuk organisasi satu periode selanjutnya. Yang baik akan kita teruskan dari program periode lalu, dan kita tingkatkan serta perbaiki kualitas program menuju kemajuan ke masa depan.

Kembali pada visi dan misi Pemuda Muhammadiyah untuk menghimpun, membina dan menggerakkan potensi pemuda Islam, demi terwujudnya Kader Persyarikatan, Kader Umat dan Bangsa, dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah, wajib menjadi ukuran setiap periodesasi kepemimpinan.

Semoga melalui Musywil kali ini, apa yang dicita-citakan bersama oleh semua aktivis Pemuda Muhammadiyah Sumbar akan terwujud. Dengan bermusyawarahnya para tokoh-tokoh muda dari berbagai daerah, membicarakan Pemuda Muhammadiyah ke depan, dengan  tekad dan semangat. Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh.

Pemuda Muhammadiyah sebagai Ortom Muhammadiyah, akan selalu melahirkan Kader-kader muda berkemajuan. Pada hakikatnya kader berkemajuan itu, adalah kader yang memiliki kesungguhan dan kesabaran dalam menjalankan misi organisasi. Selamat bermusyawarah.

Penulis: Nopil Asrianto (Aktivis Pemuda Muhammadiyah – Wakil Pemimpin Redaksi Salingka Nagari)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment