Pelatihan dan Penyuluhan Pemberdayaan Perempuan Digelar di Labuh, Mak Katik Beri Pemahaman Adat

By Salingka Nagari 09 Des 2019, 12:39:33 WIB Pariwisata dan Budaya
Pelatihan dan Penyuluhan Pemberdayaan Perempuan Digelar di Labuh, Mak Katik Beri Pemahaman Adat

SNdotCOM, Batusangkar -- Kegiatan Pelatihan dan Penyuluhan Pemberdayaan Perempuan digelar di Tanah Datar. Kali ini, berlokasi di Nagari Labuh Kecamatan Lima Kaum.

Pelatihan dan Penyuluhan Pemberdayaan Perempuan itu, dibuka oleh Wali Nagari Labuh Edi Neldi Khatib Muncak Rajo. Dalam sambutannya Wali Nagari menyampaikan, pergeseran nilai dalam masyarakat hari ini, merupakan tantangan yang wajib dicarikan solusinya. Alternatif solusi adalah kembali ke tatanan adat Minangkabau. Karena adat Minangkabau telah mewariskan ajaran yang menjadi tuntunan bagi kehidupan.

“Dalam ajaran adat Minang, kita diberi solusi tentang pergeseran nilai yang kini tengah kita hadapi,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, terlihat kehadiran Musra Dahrizal Khatib, atau yang dikenal dengan gelar Mak Katik. Sebagai narasumber yang diundang penyelenggara, Mak Katik nenyampaikan perlunya kembali meluruskan pemahaman adat sesuai dengan apa yang diwariskan oleh Dt. Suri Dirajo dan Ninik Mamak di Minangkabau masa lalu.

Alam takambang jadi guru, merupakan kearifan orang Minangkabau dalam menjawab tantangan zaman. Tetapi perputaran zaman tersebut tetap berpegang teguh dengan nilai dan prinsip kehidupan adat basandi syara', syara' basandi kitabullah. Kesepakatan yang dibuat bersama di Bukit Marapalam ini akan menjadi dasar akhlak, budi pekerti, dalam membangun integritas masyarakat dan kehidupan,” terangnya di hadapan peserta dan tokoh-tokoh yang hadir.

Kegiatan ini diikuti oleh Kerapatan Adat Nagari (KAN), Badan Permusyawaratan Rakyat Nagari (BPRN), Bundo Kanduang, PKK, dan tokoh masyarakat. Panitia kegiatan, Adriwan. SP yang juga Sekretaris Nagari Labuh menyampaikan, kegiatan ini sangat bermanfaat dalam rangka mewariskan kembali ajaran adat Minangkabau.

“Dalam benturan peradaban hari ini yang sangat mengkhawatirkan, generasi Minangkabau wajib tahu, dan menjadikan adat Minangkabau sebagai pakaian sehari hari,” katanya. (004/aa)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment