Selamatkan Generasi Muda, Perkuat Generasi Bangsa

By Salingka Nagari 09 Des 2019, 10:57:39 WIB Agama dan Adat Minang
Selamatkan Generasi Muda, Perkuat Generasi Bangsa

Keterangan Gambar : Ilustrasi Istana Pagaruyung (Sumber: Google Image)


SNdotCOM -- Pemuda adalah tiang Negara. Pewaris yang bertanggung jawab dalam kemajuan bangsa.

Tak heran banyak inovasi baru yang hadir dari tangan pemuda masa kini, karena mudahnya akses informasi untuk melahirkan hal-hal baru tersebut. Namun di balik kecanggihan teknologi, terkadang membuat pemuda lalai dalam tanggung jawab.

Maraknya penyakit remaja seperti tawuran, narkoba, pergaulan bebas, sampai kasus percintaan sesama jenis, menjadi dalang dalam kerusakan moral pemuda saat ini. Untuk itu perlu penanggulangan oleh seluruh pihak demi menjaga anak keturunan.

Peningkatan fungsi mamak (paman) di Minangkabau, adalah salah satu hal terpenting  dalam menjaga pemuda kita saat ini. Istilah Minang "Anak dipangku kamanakan dibimbiang," adalah realisasi dari dua fungsi laki-laki dewasa, yang mana anak sebagai prioritas utama dan juga membimbing kemenakan sebagai kewajiban. Kemenakan harus tahu yang mana mamak, dan mamak harus tahu yang mana kemenakannya. Walaupun hal menasehati adalah kewajiban bersama, namun jika hal ini terus menjadi pedoman, Insya Allah pemuda akan terjaga karena ada yang menasehati setiap hari.

Maraknya kasus di luar batas yang dilakukan generasi muda, juga disebabkan karena kurangnya pemahaman ilmu agama yang ia dapati. Selain ilmu agama, kurangnya pengetahuan  akan efek buruk dari perilaku menyimpang yang dilakukan.

Seseorang akan berpedoman hidup sebatas kepada apa yang ia ketahui dan didapatkan. Jika hanya diberikan ilmu tata cara sholat, ia hanya akan sholat dengan semestinya gerakan yang ia pelajari. Namun jika ia mempelajari lagi bagaimana sholat dengan baik, apa saja yang membatalkan sholat, sampai sholat-sholat sunat yang bisa di kerjakan, pasti ilmunya akan berguna dan menambah kekhusyukan sholat. Begitu pula dengan pemuda, jika ia diberikan pemahaman  yang lebih mengena, seperti larangan  meminum minuman keras menurut agama, dosa besar seseorang yang melakukan seks bebas, dan semacamnya, pastilah para pemuda akan terjaga dengan baik.

Seharusnya banyak faktor yang bisa mendukung dalam mempengaruhi pemuda saat ini. Salah satunya kecanggihan teknologi. Maraknya dunia selfie membuat pemuda lupa diri. Semua sudah ada pada genggaman. Dunia pacaran sekarang sudah bisa via online. Dulunya berkirim surat, sekarang tinggal chat WA, beberapa menit sudah bisa melepas rindu.

Kemudahan akses di jejaring sosial melalui smartphone bukannya menambah informasi dan pengetahuan saja, namun sekaligus menambah masalah yang perlu diatasi. Bayangkan saja, hanya sekali klik "search" di tombol mesin pencari, apapun bisa di cari.  Untuk itu, setidaknya pemberian pemahaman kepada pemuda tentang dampak negatif smartphone harus diberikan. Tidak hanya itu, peran orang tua juga harus intens dalam mengatur jadwal anaknya dalam berjejaring sosial. Hal ini guna meminimalisir dampak buruk yang tidak diinginkan.  

Perlindungan pemuda perlu menjadi pembicaraan yang sangat serius bagi seluruh pihak. Agar kasus buruk yang menimpa, tidak lagi ada. Jangan sampai lima, sepuluh, atau beberapa tahun berikutnya generasi muda negeri ini masih saja berkutat pada persoalan yang sama.

Penulis: Voni Maisyarah (Mahasiswa Jurusan Tadris Bahasa Inggris IAIN Batusangkar)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment