Tigo Tali Sapilin, Tigo Tungku Sajarangan; Konsep Ideal Pimpinan Bagi Masyarakat Minangkabau

By Salingka Nagari 11 Des 2019, 16:29:34 WIB Agama dan Adat Minang
Tigo Tali Sapilin, Tigo Tungku Sajarangan; Konsep Ideal Pimpinan Bagi Masyarakat Minangkabau

Keterangan Gambar : Ilustrasi Istana Pagaruyung (Sumber: Google Image)


SNdotCOM -- Dasar kepemimpinan yang lahir dari faktor internal dan faktor eksternal, merupakan modal dasar bagi seorang pemimpin dalam mengelola managemen organisasi.

Kecerdasan intelektual seorang pemimpin, sangat penting dalam mencapai visi dan misi lembaga yang dinaunginya. Pemimpin di Minangkabau adalah seorang yang cerdik pandai. Orang yang cerdik, adalah orang yang cepat mengerti dan dapat mengambil tindakan yang tepat. Sedangkan orang yang pandai, adalah pribadi yang mampu memecahkan masalah secara profesional dan akurat. Kecendikiawanan ini, dalam tutur Minangkabau disebutkan:

badasar ka anggo tanggo

baundang ka alua jo patuik

bahukum ka raso jo pareso

raso tumbuah di dado

pareso tumbuah di kapalo

Artinya, apapun keputusan final yang diambil oleh seorang pemimpin melalui kajian yang mendalam, tidak menjadi keputusan yang datang tiba-tiba begitu saja. Keputusannya berdasarkan saran dan masukan tim yang telah dibentuk, berdasarkan hukum, dan perundang-undangan. Keputusan itu ditimbang dengan hati, diambil kesimpulan berbekal kepiawaian akal dan fikiran. Di sanalah palu keputusan itu diikrarkan. Keputusan yang nantinya bertujuan pada pencapaian harapan untuk perbaikan masyarakatnya. Begitu hati hatinya pimpinan di Minangkabau untuk mengeluarkan keputusan yang akan berimbas untuk masyarakat.

Kemampuan menejerial, serta membangun jaringan dengan berbagai pihak, dan menggunakan semua potensi sumberdaya, juga menjadi sebuah modal bagi seorang pemimpin. Hal ini disebutkan dalam sebuah pepatah adat:

nan buto pahambuih lasuang

nan pakak palapeh badie

nan lumpuah pauni rumah

nan kuek paangkuik baban

nan jangkuang jadi panjuluak

nan randah panyaruduak

nan pandai tampek batanyo

nan cadiak bakeh baiyo

nan kayo tampek batenggang

Semua potensi tidak satupun yang diabaikan. Semuanya berguna dan ditempatkan sesuai keahlian masing masing. Semua pekerjaan akan terasa ringan, karena seluruh elemen mendukung sesuai kekuatan dan kemampuan mereka.

Jadi, secara sederhana dalam menejemen orang Minang sudah dijalankan. Management Based of Competency dalam hal the right man on the right place at the right time, dijadikan dasar pengelolaan manusia. Penempatan posisi ini, akan dapat terlaksana oleh seorang pemimpin yang handal dan cerdik cendikia.

Pemimpin ideal bagi orang Minang, adalah pemimpin yang mempunyai keahlian tiga bidang tugas tadi. Pemimpin wajib mempunyai keahlian seorang ninik mamak, wajib mengetahui ilmu alim ulama, dan menguasai ilmu pengetahuan atau menjadi cerdik pandai. Apabila komponen ini bisa disatukan, di sanalah Tigo Tali Sapilin, Tigo Tungku Sajarangan.

Semoga kajian kepemimpinan ini tetap menjadi acuan orang Minang hari ini. Apalagi dalam menyonsong Pilkada Serentak 2020.

Penulis: Aliardi (Pimpinan Redaksi Salingka Nagari)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment